disalin : Ustdz Mahfud
Pernah melihat seseorang yang perfeksionis, terpaku dengan aturan dan keteraturan yang detail, sering mengkritik, mengeluh bila tidak sesuai dengan yg dipikirkannya ?
Bisa jadi itu gejala gangguan kepribadian obsesif kompulsif.
Gangguan kepribadian obsesif kompulsif adalah kondisi medis di mana seseorang memiliki kebutuhan yang luar biasa dengan keteraturan, perfeksionis, dan kontrol diri serta lingkungan. Orang ini selalu merasa dirinya benar dan tidak nyaman apabila situasi yg terjadi menyimpang dari yang dipikirkannya. Hal ini yang seringkali menimbulkan konflik dengan pasangan, dalam keluarga dan di tempat kerja.
Orang dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif sering tidak merasa bahwa dia mengalami gangguan sehingga menolak ketika diajak untuk berkonsultasi.
Gejala :
▪︎ Kebutuhan akan kesempurnaan (perfeksionis) dan kontrol atas lingkungan dan hubungan interpersonal
▪︎ Kekakuan terhadap detail, aturan, daftar dan sehingga mengabaikan tujuan dari suatu kegiatan
▪︎ Dedikasi berlebihan dalam pekerjaan sehingga mengabaikan keluarga dan teman
▪︎ Sulit mendelegasikan tugas pada orang lain karena tidak percaya mereka dapat melakukan sesuai standar yang dimilikinya
▪︎ Kehati-hatian yang berlebihan
▪︎ Kaku, tidak fleksible, keras kepala terhadap aturan, nilai, moral, etika
▪︎ Sulit menyingkirkan benda benda yg dimiliki meskipun tidak terlalu berguna atau bernilai
▪︎ Sulit bermurah hati pada orang lain
Penyebab :
▪︎ Faktor genetik
▪︎ Riwayat pengasuhan yang over protective atau neglected (pengabaian)
▪︎ Kelekatan (attachment) yg kurang dengan orang tua atau figur bermakna lain sehingga ekspresi emosi dan empati nya kurang berkembang
Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif dapat memberikan efek yang tidak baik dan merugikan seperti :
- masalah dalam relasi, pekerjaan dan kehidupan sehari hari
- ansietas (gangguan cemas)
- depresi
Terapi :
▪︎ Manajemen stres (latihan pernafasan, relaksasi otot progresif, grounding technique, mindfulness, dll
▪︎ Psikoterapi (Psikodinamik, CBT)
▪︎ Psikofarmaka (anti depresan, anti ansietas)
▪︎ Support system
Salam SEJI-GO (Sehat Jiwa Bersama Lahargo)
Sumber : dr.Lahargo Kembaren, SpKJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar